Minggu, 16 Maret 2014

bersyukur di atas teguranNYA

tgl 15 sore aku pulang ke Bali, naik bis malam eksekutif. bis GH termasuk yang plg bagus diantara yg lain. tapi kehendak Allah berkata lain. aku yang hanya membawa uang 150rb, 100rbnya hilang. dan hape cupuku satu-satunya juga raib. apa yang mencuri tidak tau aku ini orang tidak punya? bagiku untuk beli hape tdk semudah org lain yang langsung membelinya ketika rusak. uang 100rb sangat berharga bagiku, karena meskipun hanyameminta 100rb aja, itu sangat memalukan bagiku. kenapa Allah memberiku cobaan berat dengan keuangan keluarga yang tidak kunjung membaik? kurang bersedekah-kah aku?

hape itu cupu tapi semua catatan ada disana. semua kontak ada disana. semua relasi yang kubangun hilang sia-sia. semua cerita aku dan dia hilang entah kemana. huft..
namun saat menyesali keteledoran dan rasa apes, sejenak aku brpikir masih untung bukan dompet yang hilang. bayangkan kehilangan dompet pasti lebih rempong karena harus ngurus KTP, kartu debit, dll..
bersyukur karena aku masih bisa selamat sampai bali, hanya hape dan uang yang hilang bukan keperawanan.

BERSYUKURLAH !